Qodoya

Posted: Agustus 24, 2009 in Kangdjoko
Tag:

Berkeluarga…!! Umm…. Seru yaa…!! Semalam kebetulan ada topic hangat dibicarakan pada saat pengajian, seputar rumah tangga , bahasannya cukup seru, menarik dan kadang menggelitik. Berawal dari sms teman yang kebetulan pada saat pengajian semalam tidak bisa hadir karena masalah keluarga. Seketika pembicaraan pun mengarah ke sana, tanpa diduga masing-masing dari kami yang hadir pada saat pengajian tersebut dengan spontanitas menceritakan pengalamannya masing-masing selama berumah tangga ho ho ho…!!
Yang belum berpengalaman hanya bisa jadi pendengar yang baik saja, siapa ya kira-kira orangnya…? Hehehe.. dimulai dari teman yang tinggal di bogor, sebutlah dengan inisial HF, Pak HF ini punya pengalaman yang luar biasa menarik dalam menjalani kehidupan berumah tangga, dulu waktu belum gabung dalam pengajian beliau ini lumayan agak-agak kurang peduli terhadap kehidupan rumah tangganya, bayangin ajah waktu istrinya melahirkan pak HF ini malah berduaan sama wanita lain..!! wah..wah enaknya klo suami seperti ini digoreng aja kali yaa hihihi..!!
Saat pengajian semalem pak HF ini menceritakan pengalamannya dengan senda gurau sehingga membuat suasana pada saat itu tidak terkesan serius or mungkin bisa dibilang seperti bercandanya “Para Pencari Tuhan” sekarang yang suka menertawakan masa-masa jahiliyahnya dulu(doi sekarang sudah tobat lho..). Selain tampangnya yang lumayan sangar (tinggi gede kayak bodyguardnya yang ditipi itu) pak HF ternyata masih bisa nangis juga. Sewaktu anaknya berumur kurang lebih 2 bulanan & istrinya masih tinggal sama orangtuanya di bogor, singkat cerita saat itu pak HF sedang bertengkar dengan istrinya(dalam berumah tangga, pertengkaran menjadi hal yang wajar & menjadi pemanis serta perekat cinta ciee..!!, halah kayak tau ajah he he he) dalam perjalanan balik ke Jakarta beliau nangis gak berhenti-berhenti, coba bayangin ada orang yang kayak bodyguard nangis didalam bus, gmana ekspresinya yaa…? orang-orang yang ada di dalam bus pun mungkin bertanya dalam hati juga “kok bisa yaa…?”(Silahkan membayangkan sendiri dech)
Ternyata eh ternyata pak HF ini nangis karena kepikiran sama anaknya yang 2 bulan itu. Lhoo kok anaknya, terus istrinya piye…? Wal hasil ternyata yang dijelasin pak HF sama dengan kata orang tua dulu yang bilang klo anak bisa jadi perekat hubungan cinta dalam berkeluarga. Lain lagi cerita Pak BM, punteun di inisialkan yaa(bukan berniat untuk menceritakan orang lain or ghibah but, kita mau ambil suatu pelajaran kehidupan dari orang lain, mungkin saja nanti bermanfaat) Pak BM ini menceritakan singkat ajah tentang kehidupan berkeluarganya. Dia bilang ribut or pertengkaran sudah biasa, tinggal gimana kita menyikapinya ajah ketika menghadapinya. “Wanita ketika emosi mungkin tidak berpikir secara jauh kedepan, kadang kata yang diucapkannya pun bisa melebihi apa yang tidak dipikirkan sebelumnya, peran suami ketika menghadapi hal tersebut adalah tetap berfikir positif dan tidak ikut dalam emosi negatifnya, sikap defense istri sangat sulit untuk diberikan masukan or saran-saran, so apa yang harus dilakukan…? Tetap tenang dan menunggu gejolak emosi mereda, berikan pengertian dengan penuh ke ikhlasan, flash back kembali komitmen tujuan awal ketika menikah dulu seperti apa, tunjukaan klo kita bisa menjadi pengayom dalam keluarga dengan menjadi teladan” deeeuhhh sejuk langsung denger kata-kata itu .
Kesimpulan ketika kita sudah melakukan yang namanya pernikahan, bersiaplah dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi. Dalam sebuah nasyid SP dikatakan :
”Hidup akan segera berlayar
menerjang ombak dan badai
membelah dalamnya lautan
menembus bayang-bayang
waspada aral melintang
karang-karang tajam
menjadi misteri meniti kehidupan.”
Salah satu hal yang bisa dilakukan ketika memulai berumah tangga adalah bersegera untuk kehidupan sendiri (tidak tinggal bersama keluarga or mertua), ini menjadi penting untuk memulai proses pendewasaan dalam menghadapi masalah-masalah yang akan timbul, kebersamaan dalam memecahkan suatu masalah akan terasa lebih nikmat ketika bisa dihadapi berdua. Are you ready…? Yes I’m ready
To All akhi,
Thanks for sharingnya
Cibubur 23 Agustus 2009 @ 6.37 am

Komentar
  1. Nia mengatakan:

    Assalamualaikum….
    good inspiration for the single, nambah ilmu nich ^_^

    Kehidupan rumah tangga yang dijalani untuk beribadah dan menggapai ridho Allah dengan penuh kejujuran, kebersamaan, keterbukaan, saling pengertian, saling melengkapi, saling percaya dan saling membutuhkan InsyAllah terciptanya rumah tangga yang Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang)

  2. Fachrizal mengatakan:

    Coppas Akhi……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s